Rabu, 02 November 2016

Sistem Informasi Psikologi

 Sistem Informasi Psikologi



A. Pengertian Informasi

Secara estomologis kata informasi, berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari ordersekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, Persepsi, Stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.
Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematikaseringkali bisa dibuat.Jadi, Definisi system adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu
Seringkali informasi dipandang sebagai jenis input ke sebuah organisme atau sistem. Beberapa masukan penting untuk fungsi organisme (misalnya, makanan) atau sistem (energi) dengan sendirinya. Dalam bukunyaSensory Ecology, Dusenbery menyebutkan itu kausal input . input lainnya (informasi) yang penting hanya karena mereka berhubungan dengan kausal input dan dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya masukan kausal di lain waktu (atau mungkin tempat lain).
Beberapa informasi adalah penting karena asosiasi dengan informasi lain harus ada koneksi ke kausal input. Dalam praktiknya, informasi biasanya dilakukan oleh rangsangan yang lemah yang harus dideteksi oleh sistem sensorik yang khusus dan diperkuat oleh input energi sebelum mereka dapat berfungsi untuk organisme atau sistem. Misalnya, cahaya sering merupakan masukan kausal ke tanaman, tetapi memberikan informasi kepada hewan. Berwarna terang tercermin dari bunga terlalu lemah untuk melakukan banyak pekerjaan fotosintesis, tetapi sistem visual dari lebah mendeteksi dan sistem saraf lebah menggunakan informasi untuk memandu lebah kepada bunga, di mana lebah untuk menemukan nectar atau pollen, yang merupakan masukan kausal, melayani fungsi nutrisi.
Jadi menurut saya, sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.

B. SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Untuk menghasilkan informasi yang berkualitas maka dibutalah sistem informasi. Sisteminformasi didefinisikan oleh Robert A. Laitch dan K. Roscoe Bavis (dalam Karsini, 2007) sebagai berikut “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang di perlukan.”
Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan.

Seorang wanita pengusaha sukses datang kepada psikolog dan mengeluhkan sesuatu. Dia sering merasa harus mencuci tangannya berkali – kali karena takut kuman masuk ke dalam tubuhnya, dia selalu mengecek pintu dan jendela rumah berkali – kali sebelum meninggalkan rumah, dia akan mengecek tasnya berkali – kali karena takut ada yang ketinggalan, dan yang paling parah adalah dia pernah kembali lagi ke rumahnya karena dia pikir dia lupa mematikan kompor gas, padahal dia sudah mengecek dan mematikan kompor gas tersebut sebelum pergi ke kantor.

C. STUDY KASUS

Seorang wanita pengusaha sukses datang kepada psikolog dan mengeluhkan sesuatu. Dia sering merasa harus mencuci tangannya berkali – kali karena takut kuman masuk ke dalam tubuhnya, dia selalu mengecek pintu dan jendela rumah berkali – kali sebelum meninggalkan rumah, dia akan mengecek tasnya berkali – kali karena takut ada yang ketinggalan, dan yang paling parah adalah dia pernah kembali lagi ke rumahnya karena dia pikir dia lupa mematikan kompor gas, padahal dia sudah mengecek dan mematikan kompor gas tersebut sebelum pergi ke kantor.
Analisa kasus:
A. Pendekatan
     Psikolog berusaha melakukan pendekatan kepada subjek, yaitu pengusaha wanita tersebut. Psikolog berusaha tampil sebagai seorang teman yang mau mengerti diri subjek seutuhnya dan setia mendengar segala keluhan yang dikemukakan subjek.
1. Seorang wanita
2. Psikolog / Terapis
    langkah-langkah :
    - Melakukan pendekatan kepada subjek.
    - Mendengarkan keluhan subjek.
3. Menggali info subjek
    - Seorang Pengusaha / Subjek
    - Psikolog / Terapis
B. Menggali Info Subjek
     Pada tahap ini, Psikolog membuat serangkaian daftar mengenai gejala – gejala yang menyertai, penyebab, kejadian – kejadian di masa lalu yang ada hubungannya dengan apa yang dialami subjek sekarang ini.
Langkah-langkah :
1. Membuat serangkaian daftar mengenai gejala – gejala yang menyertai.
2. Menanyakan penyebab dari kejadian – kejadian di masa lalu sehubungan dengan apa yang diderita subjek sekarang.
C. Merumuskan Gangguan & Memilih terapi yang tepat
     Di sini Psikolog merumuskan gangguan apa yang sedang diderita oleh subjek sesuai dengan gejala – gejala yang tampak dan paling mendekati dengan diagnosa. Kemudian, Psikolog ini memilih terapi yang paling tepat untuk mengurangi gejala dan menyembuhkan gangguan yang diderita oleh subjek tersebut.
Menggali info subjek
langkah-langkah :
1. Membuat diagnosa yang paling mendekati sesuai dengan gejala – gejala yang ada dan tampak pada subjek.
2. Memilih terapi untuk subjek.

Referensi : 

https://id.wikipedia.org/wiki/Informasi
Kusrini, S.K., & Koniyo, A. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi akuntansi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar